#BookLoversDay, Perlukah Dirayakan?
Foto : Shutterstock

Retno Wulandari

18 August 2017


#BOOKLOVERSDAY, PERLUKAH DIRAYAKAN?


Tagar #BookLoversDay merupakan trending topic pada tanggal 9 Agustus lalu di Twitter. Kalian yang rajin mengikuti update di media sosial, pasti tahu kalai setiap hari ada saja yang dirayakan orang di Internet.

Misalnya, 8 Agustus adalah "Hari Kucing Internasional." Di hari ini, kalian akan menemukan lebih banyak gambar kucing di media sosial daripada biasanya. Di hari yang sama, orang juga merayakan “Hari Bir Internasional.” Selain itu, ada juga “Hari Penjaga Pantai” pada tanggal 4 Agustus. Belakangan, mereka juga telah mulai merayakan “Rum Day” (16 Agustus) dan “Eat a Peach Day”—Hari Makan Buah Persik—(22 Agustus). Pada tanggal 28 Agustus, jika kalian melihat seseorang mengenakan dasi kupu-kupu di leher mereka, mungkin karena itu adalah “Bow Tie Day”—Hari Dasi Kupu-kupu.

Pada tahun 2014, majalah Money mewawancarai John-Bryan Hopkins. Dia adalah seorang penulis spesialis makanan dari Birmingham, Alabama. Hopkins memulai sebuah situs web yang disebut Foodimentary.

Hopkins mengatakan bahwa ia menciptakan hari perayaan makanan yang berbeda untuk bersenang-senang, dan mereka berhasil menarik perhatian dunia. Misalnya, 2 Agustus adalah "Hari Sandwich Es Krim Nasional." Di hari itu, kalian bisa makan dua potong biskuit atau roti beku yang diisi es krim (boleh bikin sendiri) lalu mengambil selfie dan memajangnya di media sosial dengan tagar yang sesuai.

Majalah Money juga menyebut hari-hari ini sebagai liburan "palsu". Tapi sepertinya nggak harus ditanggapi dengan sikap negatif juga. Toh tujuannya hanya untuk bersenang-senang; nggak ada yang serius dengan “perayaan palsu” tersebut. Lagipula, banyak orang menikmati perayaan akhir-akhir ini, meski mungkin tidak dirayakan secara resmi.

Dalam artikel tersebut, Hopkins mengatakan bahwa dia berhak mengubah apa yang dirayakan pada hari tertentu. "Saya mungkin memutuskan bahwa saya tidak menyukai apa yang dirayakan hari itu," katanya. "Jadi saya membuat yang baru."

Hopkins mengatakan bahwa dia biasanya tidak membuat hari merayakan makanan sehat. "Saya suka makanan yang sangat disukai Amerika," katanya.

Beberapa perayaan yang berhubungan dengan makanan akan segera berlangsung, yang merayakan filet mignon dan es krim lembut.

Rabu ini adalah Book Lover's Day. Banyak pengguna internet merayakan aktivitas “membaca bebas kalori” di mana orang fokus membaca buku tanpa ditemani camilan. Orang yang menulis di Twitter menggunakan hashtag #BookLoversDay dan mem-posting emoji berwajah smiley yang sedang membaca buku.

Merayakan Hari Pecinta Buku Dunia

Beberapa artikel di Internet membuat daftar cara untuk merayakan hari itu. Ada "10 Cara Merayakan Hari Lover Buku Nasional" ala Bookish.com, termasuk mengunjungi perpustakaan, membeli rak buku baru dan membaca ulang buku favorit lama.

Majalah Fast Company mengingatkan orang akan sebuah artikel dari awal tahun ini. Artikel tersebut mencantumkan lima buku yang masuk dalam daftar bacaan musim panas Bill Gates, co-founder Microsoft.

Buku-buku itu termasuk "Hillbilly Elegy" oleh J.D. Vance, "A Full Life" oleh mantan presiden Amerika Serikat Jimmy Carter, dan "Born a Crime" oleh pembawa acara talk show Trevor Noah. Buku terakhir bercerita tentang anak yang tumbuh dengan orang tua hitam dan orang tua kulit putih di Afrika Selatan. Noah adalah seorang anak laki-laki yang hidup selama periode yang dikenal sebagai era apartheid.

TED Talks mengingatkan pembaca akan daftar 101 rekomendasi buku mereka baca di musim panas ini. Buku-buku tersebut dibagi menjadi beberapa kategori seperti: "Saat Kalian berbaring menikmati bawah sinar matahari," "Saat Kalian sedang dalam mood untuk berpetualang," dan "Ketika Kalian menghabiskan musim panas di kota."

Mungkin hari #BookLoversDay memang pantas dirayakan, mengingat menurunnya popularitas buku yang dicetak di atas kertas, karena belakangan ini makin tergeser oleh buku elektronik yang bisa dibaca di perangkat genggam. Isu lingkungan kembali mengemuka, tapi nampaknya kerusakan lingkungan bisa saja dihindari dengan komitmen mencetak hanya dengan kertas daur ulang. Bagaimanapun, ada sensasi berbeda yang dirasakan ketika membaca buku yang dicetak, yang tidak dirasakan ketika membaca buku elektronik.

Mulai aroma buku edisi pertama yang langka—yang ditemukan dalam koleksi buku lama, hingga sebuah buku segar yang baru dicetak di toko buku lokal, pemandangan jejeran buku bisa membawa kembali kenangan. Membaca membuat kita menikmati hidup bagai anak kecil, entah itu cerita pendek, atau buku-buku tebal yang membuak kalian tenggelam dalam sebuah cerita yang sangat berkesan, sehingga kalian merasa perlu mendapatkan buku berikutnya untuk serial ini.

Bagaimana, apakah kalian ingin merayakan #BookLoversDay? Dengan cara apa kalian akan melakukannya?

 

Sumber lain : https://learningenglish.voanews.com/a/book-lovers-day/3979205.html


Sumber : Daysoftheyear.com


comments
no comment

LAINNYA