AGROGEOLOGI I :  Water Food Energy nexus
Photo: Erik Pihl

toni.undip

20 February 2018


AGROGEOLOGI I : WATER FOOD ENERGY NEXUS


AGROGEOLOGI Bagian I
Penulis : Isdjulaedi Bakri | alumni TG75

Sebagai anak turunan ilmu geologi terapan, agrogeologi memang tidak banyak yang naksir, karena kurang seksi dibanding saudara -  saudaranya yg lain. misalnya geologi-minyak, geologi-tambang, geologi-teknik dan lainnya yang jauh lebih keren, lebih ngetop sebagai primadona untuk digeluti.

Seiring dengan lesu layunya industri perminyakan akibat terbantingnya harga sampai melorot hingga separuhnya disamping industri ini di Indonesia memang sudah meredup, agrogeologi jadi menarik untuk dilirik kembali. Apalagi kemandirian pangan menjadi penentu lemah tegarnya suatu negara.

Dahulu Bung Karno pernah bilang bahwa kejayaan dan masa depan bangsa itu tergantung bagaimana kekuatan dan kemandirian dalam mengelola AIR, PANGAN, dan MINYAK/ENERGI. Ini menjadi sangat relevan seiring dengan ledakan jumlah penduduk dunia. Persaingan dan tantangan dalam memenuhi kebutuhan dasar kehidupan pada dekade dekade kedepan semakin berat.

Sinergi alias interaksi positif yg saling terkait diantara ketiga unsur itu kemudian dikenal sebagai Water-Food-Energy Nexus. Bendungan yg merupakan wujud sinergi antara air, pangan dan energi tentu saja tidak lepas dari peran geologi dalam awal pembangunannya.


Sumber : International Renewable Energy Agency, 2015: Renewable Energy in the Water, Energy & Food Nexus

Air adalah darah kehidupan bagi pertanian yg menyediakan kebutuhan pangan dan tentu saja ini perlu energi terutama untuk pengolahan pasca panen. Energi bisa dibangkitkan dari air dan juga bisa dipanen dari hasil bertani (biofuel). Untuk mengelola dan memproduksi air bersih perlu energi.

Peran geologi sebagai sang perintis atau "the explorer" sangat penting diujung pangkal mata rantai ketiga unsur tersebut, bahkan menjadi keharusan. Mencari dan menggali sumber air perlu geohidrologi. Kesuburan tanah pertanian tergantung kondisi mineraloginya dan pengetahuan agrogeologi sangat berperan dalam pengembangan pertanian agar produksi pangan meningkat. Apalagi untuk eksplorasi energi baik migas, batubara, geothermal, nuklir, PLTA barangkali mustahil akan berhasil tanpa geologi.


Edit : Yudi Kobo

(Next, AGROGEOLOGI II: Agromineral, nutrisi dalam bertani)


comments
no comment

LAINNYA