Bahasa Indonesia Menjadi Mata Kuliah di Banyak Universitas China
Sekelompok mahasiswa berfoto di lapangan Tiananmen pada hari mahasiswa di Beijing, China. (Shutterstock-Dmitry Chulov)

Retno Wulandari

14 December 2017


BAHASA INDONESIA MENJADI MATA KULIAH DI BANYAK UNIVERSITAS CHINA


Seorang warga negara Indonesia yang tinggal di Jakarta Barat menceritakan pengalaman berbelanja di Pasar Sutera Beijing, sebuah mal perbelanjaan yang kabarnya menampung lebih dari 1.000 pengecer. Yang paling membuat dia terkesan adalah kenyataan bahwa banyak penjual asli China di pusat perbelanjaan mampu berbahasa Indonesia, meski tidak fasih.

“Dan, hati-hati saat berbelanja di sana. Tawar; tanyakan kepada mereka (penjual) untuk mengurangi harga mereka lebih dari setengah,” kata Simon Sumardi kepada Global Indonesian Voices. Sebagai seorang WNI keturunan Tionghoa berasal dari Sumatera Utara, Simon telah mengunjungi China beberapa kali untuk keperluan bisnis dan untuk berlibur, kadang-kadang bersama keluarganya.

Faktanya, bukan hanya pedagang pasar Cina yang telah belajar bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia, yang paling banyak digunakan di Asia Tenggara, sekarang diajarkan di sebelas perguruan tinggi di China, di mana pelajaran Bahasa Indonesia tersedia. Jumlah perguruan tinggi yang mengajar Bahasa Indonesia telah naik dari sembilan menjadi sebelas institusi pendidikan tinggi, yang merupakan indikasi meningkatnya minat orang-orang China terhadap bahasa tersebut.

Mereka mencoba mengakomodasi minat orang Tionghoa untuk belajar bahasa Indonesia, terutama di kalangan orang muda China. Sebelas perguruan tinggi ini termasuk dua yang membentuk departemen bahasa Indonesia tahun ini, menurut AntaraNews.

Sebelas perguruan tinggi tersebut berada di berbagai institusi pendidikan tinggi China yang mencakup Universitas Peking di Beijing, Universitas Studi Asing Beijing, Universitas Studi Asing Tianjin, Universitas Studi Internasional Shanghai, Universitas Bahasa Guangxi (di Nanning, Guangxi), Universitas Guangxi untuk Kebangsaan juga di Nanning, Guangxi), Xi'an International Studies University, dan Universitas Studi Asing Guangzhou.

Pemerintah Indonesia juga telah memberikan dukungan. Bagian pendidikan di Kedutaan Besar Indonesia di Beijing telah menyumbangkan buku pelajaran ke kampus-kampus tersebut. Menurut Atase Pendidikan Priyatno, kedutaan Indonesia juga mengirim guru bahasa Indonesia ke China, seperti dilansir AntaraNews.

Selain di 11 perguruan tinggi yang telah disebutkan, orang-orang di China juga bisa belajar bahasa Indonesia di kursus pelatihan lainnya dan di komunitas-komunitas Indonesia di China. Pusat-pusat ini memiliki guru bahasa Indonesia yang belajar di universitas-universitas di China.

Jadi mengapa orang China ingin belajar Bahasa Indonesia? Salah satu jawabannya adalah karena Indonesia adalah negara yang sangat berpengaruh di Asia Tenggara. Sementara itu, beberapa perguruan tinggi di Indonesia juga telah lebih sering menugaskan mahasiswa China untuk belajar bahasa Indonesia. Di antara kampus-kampus tersebut termasuk Universitas Pendidikan Indonesia dan Universitas Negeri Jakarta. (Leo Jegho)


Sumber : Global Indonesian Voices


comments
no comment

LAINNYA